Chat with us, powered by LiveChat

News & Events Updates

SWEET ENDING OF OUR SWEET ESCAPE KL-PHUKET FLUX TRIP DAY 4-5

Hai guys (nada manja)..

Hari ini Kevin mau nerusin cerita Flux Trip yang udah diceritain dari kemarin2. OK, sedikit refresh, kita dah menjelajahi KL, berenang di Sunway Lagoon, party di Zouk, lalu mengunjungi Twin Tower, main judi di Genting (judi itu haram, tapi gue ga ngerti kenapa judi diharamin), makan dan belanja di Petaling Street, mengunjungi Putrajaya City, lalu di artikel kemarin kita dah sampai di Phuket dan mengunjungi Patong Beach, tempat hiburan malam manusia2 malam seperti kita.. dan setelah dizolimin oleh para ladyboy Phuket, kita pun tertidur di PS Hill Hotel yang sangat jauh dari keramaian dengan sangat lelapnya.

 

Sangat lelap bener sangat lelap karena paginya kita hampir aja melewatkan breakfast sosis2. (Kalo liburan kita ga pernah kekurangan sosis deh kayanya). OK rencana di hari keempat ini sebenernya yang palingggg ditunggu2 karena ini adalah puncak dari semuanya. We’re gonna witness The Beauty of Phuket!! Masi inget gambar2 pantai dan laut yang udah pernah dipost sebelum kita berangkat? Ya harusnya kita menyaksikan itu semua dengan mata kepala sendirii.. Tapi takdir berkata lain (wisdom of the day: Sometimes we have NO CONTROL of our LIFE, even when it is PLANNED CAREFULLY. So best we PRAY to GOD always!)

 

Yak hari itu hujannn deres banget di Phuket. Tapi kita masih berharap dong ntar bakal cerah, maka berangkatlah kita ke tempat boat (yang jujur aja aga mirip sama Pluit kalo mau nyebrang ke Pulau Tidung) untuk menyeberangi lautan ke spot2 amazing di Phuket yaitu Maya Bay dan Phi Phi Don yang terkenal keindahannya.

 

Di pelabuhan itu, kita disambut oleh o mom Thailand yang nada ngomongnya cucoookkk banget. “Good morniiiiing, hello everyone, pliisssss come near mee.. pliiiiiiiiiiisss” Disana dia udah menawarkan beberapa alat-alat mutakhir dari abad ke 22 seperti Doraemon. Barang yang lumayan laku adalah .. tung teng tung teng.. “Sepatu Air”, yang berfungsi untuk memudahkan berenang di laut bagi yang ga bisa berenang juga ada “Bungkus Pelindung Telepon Genggam dalam Air” yang bisa melindungi handphone dari air juga bisa untuk foto di dalam air, lalu kita juga beli “Kacang Momotaro” untuk memberi makan monyet, dan “Roti di Dalam Botol” untuk memberi makan ikan saat snorkeling.

 

 

Akhirnya tibalah waktunya untuk berangkat naik boat, dengan pemandu cewe gendut yang super galak. Beberapa yang lebih manly dan kuat dari gue memutuskan untuk duduk di depan boat dimana tidak ada atapnya. Mereka adalah : si Bos, Daniel, Pak Ali, Pak Yanto, dan Agus. Sementara kita sisanya lebih penting ga kena air berada di dalam boat yang ada atapnya, tapi masi ada jendela bolongnya. Perahu pun berangkat

 

 

Dan oemji.. O EM JI.. O My Goshhhh.. Nyeberangin laut pake speedboat yang ga sepenuhnya tertutup waktu ujan deres itu ngggaaaak enakkk bangett… Mabooook… Dingiiinn.. dan yang tadinya waktu berangkat ngerasa keren kaya pahlawan mau perang basah2an (yang cowo2 dah pada pake kaos oblong dan bahkan buka baju buat keliatan manly and tough berotot) akhirnya pun eneg juga pengen muntahhh.. Terlihat dari dalam, Pak Yanto yang didepan sudah seperti hopeless berteduh di bawah banner yang harusnya buat foto.. Pak Ali pun masuk ke dalam dengan basahnya dan terpaksa berdiri karena kehabisan kursi.. hahaha we are still hoping the rain wud stop though.

 

 

But the problem is it doesn’t

 

Akhirnya kita tiba di Maya Bay, tapi tidak bisa turun dari boat karena cuaca yang tidak memungkinkan. Jadi kita hanya melihat tebing2 yang sangat indah itu di dalam perahu. Trulyy, it’s very beautiful bahkan di bawah hujan! Pantesan dipake shooting film2 Hollywood deh.

 

 

Dan tiba2 saya dikejutkan oleh orang di depan saya yang muntah di kantong plastic ngga transparan…. HOEKKKK saya jadi teringat dan ingin muntah lagi deh sekarang..

 

Berikutnya kita pergi ke Phi Phi Don dan kita dikasi kesempatan untuk ngasi makan monyet2 yang bergelantungan di tebing2 dari perahu. Disini kita menunjukkan kemampuan melempar kita. Kita lempar kacang momotaro ke monyet2 tersebut dan kita bangga banget saat kacangnya ketangkep sama si monyet.

 

 

Lalu kita pun pergi ke tengah lautan untuk snorkeling di tengah hujan. Saya aslinya ga pengen snorkeling tapi berhubung saya ngeliatin org depan saya yang mukanya kaya mau muntah lagi, saya putuskan untuk nyemplung aja ke laut. “Ke laut aja deh…” dan kita banyak liat ikan2nya memang baguuuuss banget. Serius saya pengen balik lagi deh next time.

 

 

Setelah snorkeling dan kaki saya luka karena tergores besi perahu (saya sudah ketakutan kena tetanus), kita pun akhirnya… akhirnya.. nyampe di Phi Phi Island untuk makan siang. Akhirnya bisa mengeringkan badan sebentar. Sayang nafsu makan saya dah tidak terlalu banyak karena mual. Si pemandu yang galak tadi pun menawarkan pada semuanya untuk memilih mau balik aja lgsg atau lanjut ke spot berikutnya. Semua Flux team (12 org = hampir setengah dari isi perahu itu) sepakat mau balik aja. So mau gamau smua hrs ngikut maunya kita. Cuacanya sih udah gerimis padahal.

 

Balik naik speedboat, kita udah sangat exhausted. Dari pengalaman wktu berangkat, lebih baik kita pakai life vest karena ga dingin dan pake topi supaya kepala ga kena ujan. Yang tadinya di depan perahu pun belajar dan skrg berada di dalam perahu. Bahkan beberapa ada yang membeli jas hujan. Ini kalo mau diliat videonya… Terlihat kita udah sangat bohwat lemes bgt, khususnya saya..

 

 

 

Kembali ke Phuket, kita langsung meluncur ke hotel untuk beristirahat. Beberapa dari kita memilih untuk berenang saja untuk merelakskan pikiran dan badan. Yang berenang adalah saya, Pak Andre, dan si Anak Chiki Michael sendiri..

 

Setelah berenang, kita pun tertidur cukup lama. Sampai petang tiba, kita memutuskan untuk jalan2 ke Jungceylon Mall. Setelah puas berbelanja oleh2 makanan, kita pun pergi ke tempat pijat Thai Massage yang namanya Lemongrass.

 

“Mantep Vin”, begitu kata Pak Yanto dan Pak Ali setelah dipijet. Lalu dengan kondisi agak mengantuk karena badan sudah relaks kita pun kembali ke hotel dan menyadari bahwa ada tuktuk (angkot) yang bisa muat 12 orang tidak perlu pangku2an seperti kemarin. Lalu tibalah kita di hotel untuk beristirahat. …

 

eits, istirahat? Buat yang cowo2 sepertinya kurang ya. Ini malam terakhir di Phuket dan we just go to sleep? Para cowo2 pun akhirnya melanjutkan ke Patong Beach untuk dugem sementara yang cewe2 tidur. Whatever happened in Phuket stays in Phuket lah..

 

Dan akhirnya hari kelima, kita pun bersiap2 untuk pulang ke Jakarta. Kita pergi lagi ke Jungceylon Mall, dan makan siang lalu kita diantar ke tempat oleh2 dimana harganya seriusan mahalll banget. Tau gitu beli banyakan di Jungceylon deh. Dan setelah puas berbelanja (khususnya Agus dan Philbert yang terlihat memborong banyak sekali, yang saya heran ada aja yang dibeli gtu) kita pun meluncur ke airport untuk kembali ke Jakarta.

 

 

This is a very fun trip. Thank u so much buat FLUX yang memberikan kesempatan buat kita mengalami liburan yang sangat luar biasa ini. Liburan ini akan selalu berkesan di hati kita semua. Dan meskipun sempet ada hujan2 dll kita tetep have fun karena yang terpenting adalah kebersamaannya.

 

Next, pergi ke Jepang yaaa ko.. hehehe sampai jumpa di artikel Flux berikutnya.

 

EDITOR’S CUT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Flux - Graphic Design Jakarta
Green Lake City Ruko Crown blok L 29
Tangerang 15147
  • Follow Us