News & Events Updates

Ini nih jawabannya kalau bingung pilih iklan TV atau Billboard

Hey guys udah liat instragramnya Flux kemarin? Yang soal diskusi iklan TV vs iklan billboard itu lho. Kalau blon buruan liat di sini.

Jadi kemarin di instagram kita kan nanya, pilih mana guys kalau mau iklan? Beriklan di TV tontonan sejuta umat atau lewat billboard yang gede mentereng.

Nah, hari ini yuk kita bahas satu-satu. Dimulai dari iklan TV.

Iklan TV kayanya udah lama banget jadi primadona periklanan Indonesia. Ini juga bukan tanpa alesan guys, sampai sekarang aja nih survey dari Brand and Marketing Institute menemukan bahwa penetrasi iklan TV nasional masih duduk di peringkat 1 dengan angka penetrasi sebesar 83%! Ada juga survey yang dilakukan oleh Nielsen yang fokus pada segmen audience berusia 20-34 tahun pada tingkat nasional. Hasilnya? Konsumsi media TV young adult di Indonesia mencapai 97%!! Wow…

Trus nih ya guys. Survey dari Litbang Kompas juga kasih tahu kalau rata-rata warga Jakarta itu menghabiskan 2,5 jam dari 24 jam hari mereka menonton TV. Jadi kita bisa liat banget donk kalau TV itu emang mantap kalau buat ningkatin brand awareness sebanyak mungkin.

Eits, tapi tunggu dulu guys. Iklan TV ada kekurangannya juga lho, misalnya nih iklan TV itu ga 100% bisa mencapai target audiencenya. Kok bisa? Soalnya asumsi pengiklan itu orang kan ikut nontonin iklannya juga. Nah, kalau pas lagi iklan penontonnya malah hijrah ke WC atau ketiduran jadi sia-sia donk iklannya. ‘Tul ga?

Selain itu masih ada lagi kekurangannya, misal kurangnya measurement tingkat efektivitas yang jelas, slot iklan yang terbatas dan dapat terlewat oleh target audience, hingga memerlukan media buying yang lebih besar dibanding media lain kalau mau hasilnya efektif.

Kalau iklan di billboard gimana?

Benernya billboard itu juga ga kalah sama iklan TV. Kalau dari survey Brand and Marketing Institute nemuin promosi billboard di Jabodetabek itu tingkat konsumsinya sampai 81% lho! Waw, kalah dikit doank sama TV ternyata. Soalnya nih ya guys, di daerah Jabodetabek kan dimana-mana macet, makanya orang jadi pada sering kena exposure iklan-iklan billboard. Berdasarkan survei yang sama juga dibilangin tuh kalau 5 dari 10 orang di daerah urban perkotaan itu selalu melihat iklan di ruang ruangan.

Apalagi didukung sama biaya pengaruh per 1.000 orang buat pasang iklan di billboard itu lebih rendah dibandingkan media buying buat iklan TV. Dari surveinya nyebut tuh kalau biaya pengaruh per 1.000 orang di iklan billboard itu cuman Rp. 2.100, bandingin sama biaya Rp. 58.800 per 1.000 orangnya iklan TV.

Tambah lagi sama riset psikologi yang nunjukin kalau orang itu tuh benernya lebih gampang mengingat gambar dibanding ingat sama suara. Jadi makin mantap deh keunggulannya iklan billboard.

Nah, terus jeleknya apa donk itu iklan billboard?

Ini nih guys, iklan billboard itu kan dipasang di pinggir jalan gitu. Kalau lagi ga macet atau malah ga ada orang yang lewat jadi jelas ga bakal efektif donk. Blon lagi kalau cuaca lagi ga bagus trus orang jadi pada ga bisa lihat.

Jadi bagusan iklan TV atau billboard nih? Kok 2-2nya sama-sama banyak jeleknya?

Itu jawabannya sih balik lagi ke kebutuhan marketing kalian guys. Coba lihat lagi kelebihannya iklan TV sama iklan billboard.

Kalau fokusnya ga ada batasan geografis, demografis target audience, atau daerahnya ga banyak macetnya sih jelas iklan TV top markotop. Tapi kalau fokus target audiencenya banyak di kota-kota besar (apalagi yang banyak macet) dan kehidupannya mobile, nah cocok deh pakai iklan billboard dibanding iklan TV.

Gitu guys. Jadi kalau kalian sendiri lebih cocok sama iklan TV atau iklan billboard nih?

 

 

Share on Facebook20Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someone
Flux Design
Green Lake City Ruko Crown blok L 29
Tangerang 15146
  • Follow Us